banner

Tips Mudik Aman Bersama Bayi

Oleh Marmi Panti Hidayah (VISTA) | Yahoo! SHE | Senin, 13 Agustus 2012

Ada rencana bawa bayi saat mudik kali ini? Sebelum jalan, simak dulu pertimbangan dari dua ahli kesehatan anak ini: dr Tommy dari Universitas Indonesia dan dr Sri Wahyudi SpA dari Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Puspa Husada, Bekasi Timur.

Kedua ahli ini sependapat, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk membawa bayi mudik. Selain faktor usia bayi, perlu dilihat faktor lain seperti berapa jauh jarak dan waktu tempuh serta kendaraan apa yang digunakan: pesawat, kapal, mobil pribadi, angkutan umum, atau motor.

“Sebaiknya anak di bawah usia tiga bulan tidak diajak mudik atau melakukan perjalanan jauh. Sebab, anak di usia tersebut berisiko mengalami kecapekan, hingga bisa mengalami demam, dehidrasi, dan mencret,” kata dokter spesialis anak, Sri Wahyuni.

Jika mudik menggunakan pesawat, bayi di bawah usia tiga bulan masih sangat rentan mengalami pecah gendang telinga. Ini bisa terjadi saat take off dan landing, karena pada saat itu terjadi perubahan tekanan udara.

“Oleh karena itu, bayi di bawah tiga bulan sangat tidak dianjurkan mengadakan perjalanan dengan menggunakan pesawat,” katanya.

Namun dalam kondisi terpaksa yang mengharuskan pulang kampung, bisa saja membawa bayi menggunakan pesawat. Hanya saja, lanjut Sri, perlu kehati-hatian lebih. Untuk mengurangi risiko pecahnya gendang telinga, bayi bisa diberi minum (ASI ataupun jus) saat take off maupun landing. Cara lainnya, pada saat yang sama, bayi didekap hingga salah satu telinga menempel pada tubuh ibu dan satu telinga lainnya ditutup kapas.

Sementara Tommy menyarankan, bayi di atas 6 bulan aman-aman saja dibawa mudik untuk perjalanan tidak lebih dari empat jam, baik lewat darat maupun udara. Akan tetapi, bayi harus dikondisikan dalam posisi nyaman, bisa tetap makan dan minum dengan baik.

“Untuk persiapannya, segala macam perlengkapan bayi harus tersedia mulai dari susu, popok, lap, tisu, air panas, baju ganti, botol susu dan obat-obatan,” lanjut Tommy.

Sri Wahyuni menambahkan, ibu juga perlu menjaga kebersihan bayi baik baju, makanan, maupun minumannya agar tidak terkontaminasi kuman yang dapat menimbulkan penyakit seperti mencret.

“Beruntung bagi ibu yang masih bisa memberikan ASI, karena relatif terjaga kebersihannya dibanding menggunakan botol,” jelas Sri.

Sri Wahyuni dan Tommy sepakat, sebaiknya bayi dalam kondisi sakit tidak melakukan perjalanan jauh. Seperti bayi dalam kondisi flu, diare, atau muntah-muntah. “Sebaiknya diobati dulu sampai benar-benar sembuh atau tunggu 3-5 hari. Biarkan istirahat dulu. Jangan nekat dibawa jalan, karena bayi bisa mengalami panas lagi dan sangat berisiko tertular kuman di perjalanan,” kata Sri.

Supaya bayi tetap sehat, lanjut Sri, sebaiknya ibu mempersiapkan jauh-jauh hari dengan memberikan asupan makanan sehat, bergizi, ASI cukup. Berikan tambahan jus wortel, jus jeruk, dan perhatikan asupan protein baik hewani maupun nabati.

“Hal lain yang perlu diantisipasi pada bayi adalah dehidrasi, karena panas dan perjalanan jauh, serta mabuk perjalanan. Jadi obat-obatan untuk mengatasi masalah tesebut harus dipersiapkan,” tambah Tommy.

Sumber: http://id.she.yahoo.com/tips-mudik-aman-bersama-bayi.html